Bayraminiz Kutlu Olsun *Selamat Lebaran*

Setiap Idul Adha suasana sekolah tiba – tiba berubah menjadi seperti karnaval. Sekolah saya yg terdiri dari 400-an siswa yg dating dari 50-an negara tapi sayangnya ga ada cewe’nya  ( bisa heboh kalo sampai ada ).

Sekolah yg biasanya sepi jadi ramai, takbir berkumandang, para siswa memakai pakaian warna – warni kebanggaan negara masing – masing. Ada yg pakai gamis, koko, sarung dan batik ( batik bukan hanya ada di Indonesia , sebagian besar negara Afrika tengah juga punya batik mereka masing  – masing . Polanya juga ada yg mirip dengan batik Indonesia tapi mungkin cara pembuatannya berbeda ).

Takbir

Biasanya kami seusai sholat Eid langsung tenggelam dengan aktivitas masing – masing. Tapi Bayram ( lebaran ) kali ini agak berbeda, selesai sholat Eid kami mengadakan acara di cami ( masjid ), mulai dari takbiran, ilahi sampai akapela ( yg nglakuin orang Indo lho ).

Kegiatan – kegiatan kaya gitu bikin hari – hari bayram di Turki yg biasanya tertutup dan sepi menjadi agak meriah.

Di sini ada beberapa tingkah laku alay saya dan teman – teman untuk selingan.

foto rame - rame ( sayangnya jadi kameramen )

foto rame – rame ( sayangnya jadi kameramen )

akapela siswa Indo

akapela siswa Indo

peluuk .. dua guru killer saling berpelukan ..

peluuk .. dua guru killer saling berpelukan ..

Waktunya Makan dan ….. Curhat.

Keesokan harinya kami, para siswa Indonesia di Imam Hatip Lisesi ( Madrasah Aliyah’nya Turki ) diundang oleh para mahasiswa Indo ( juga ) untuk makan bersama ( dan lagi – lagi ga ada cewe’nya )

Yang pasti kami punya niat yg sama, makan nasi plus daging yg dimasak dengan rempah – rempah khas Indonesia dan yg pasti GRATIS .

Di Turki makan – makan rame kaya ginibiasanya dilakukan secara lesehan. Selain menghemat tempat karena ga butuh meja dan kursi , juga bisa menambah rasa kekeluargaan.

Jamuan makan pun digelar, ada nasi goreng dan gulai ( kambing atau sapi saya kurang tahu ) dengan bumbu seadanya karena keterbatasan jenis rempah – rempah tapi itu sudah jauuuuh … lebih enak daripada makannan yg biasa saya makan di yemekhane ( ruang makan ) asrama tiap harinya.

Makanan yg dimasak berjam – jam pun ludes dalam hitungan menit, entah lapar atau doyan hanya kami dan Tuhan yg tahu.

saking laparnya . kepala orang pun jadi ..

saking laparnya . kepala orang pun jadi ..

hidangan pun siap dimakan ...

hidangan pun siap dimakan …

 

Perut kenyang hatipun senang, saatnya menuju ke program selanjutnya , yaitu talkshow interaktif yg malah lebih menjurus ke curhat masal.
berbagai keluh kesah , galau gundah gulana pun dicurahkan kepada para abi ( kakak ) mahasiswa yg sampai geleng – geleng kepala mendengarnya  ( yg pasti ini bukan curhat tentang putus sama pacar , jomblo 17 tahun ataupun hal – hal yg berbau alay lainnya ).

Acara curhat kaya gini sangatlah bermanfaat. Kita bisa mencari bersama – sama solusi dari masalah yg sedang kita hadapi. Kalaupun ga ketemu solusinya tetap saja itu akan berguna, karena biasanya tekanan batin dan pikiran si pencurhat akan sedikit berkurang.
Tapi kita juga harus hati – hati , curhatlah pada orang yg benar – benar terpercaya dan yg pasti berakal sehat jernih. Jangan kalian curhat sama orang gila ataupun biang gosip, kita tahu sendiri mengapa.

Daging, Daging, Daging …

Ini tahun ke-6 saya tidak meraakan Idul adha di rumah bareng keluarga ( bang Toyib aja cumin 3 kali lebaran ).

Sindrom menu daging asrama, penyakit ini hanya muncul pas Idul adha. Menu makanan di dapur berisi dengan berbagai macam olahan daging. Makan siang daging, makan malam daging tapi yg pasti sarapan ga bakal daging ( di Turki ga kaya di Indo yg sarapan bisa pake nasi goreng ataupun rawon ). Hal itu bisa berlangsung selama seminggu bahkan lebih.

Untung kami masih muda , dengan umur yg masih belasan lemak dan kolesterol tidak terlalu mengganggu. Apalagi dengan aktivitas yg padat sebagai siswa.

Sayangnya hal tersebut ga berlaku pada orang – orang yg sudah tua.Mereka harus pilih – pilih makanan, kalau sampai salah makan bisa – bisa asam urat, jantung koroner, darah tinggi dll siap datang menghampiri.

Inilah yg membuat masa muda begitu penting, di saat fisik kita masih kuat, otak kita masih encer belum pikun, muka masih ganteng dan cantik belum termakan usia. Di masa muda inilah kita seharusnya bisa berkarya melakukan hal – hal yg luar biasa.

Saya pun harus sampai jalan di tempat dan bilang WOW saat mendengar quote ajaib yg keluar dari mulut teman saya yg suka minum – minum  ( yg pasti bukan minum cendol apalagi baygon . “ Pas muda mending senang – senang aja, baru pas tuanya kita tobat ibadah yg banyak biar masuk surga.“ Sungguh jenius sekali teman saya yg satu ini, sayangnya kita tidak bisa tahu kapan kita bakal mati L. Kalau kita bis atahu sudah pasti semua orang bakal ngelakuin skenario yg sama, hidup senang – senang mati masuk surga.

Ada juga yg berpegang teguh pada prinsip YOLO ( You Only Live Once :  kamu Hidup Cuman Sekali ) yg membuat mereka memilik alasan untuk hanya bersenang – senang, ngerokok , minum – minum, dugem dll. sebelum mati, karena hanya hidup sekali di dunia ini.

Bagi saya YOLO justru menjadi penyemangat untuk melakukan kebaikan. Karena kita cuman hidup sekali, kapan lagi kita bisa ibadah, berkarya dan ngumpulin pahala sebanyak – banyaknya kalo ga di dunia ini.

***

Kembali ke topik utama , bayram ternyata membawa seribu makna. Seperti yg Hoca ( guru ) saya pernah bilang “ Musluman icin her gun bayramdir ( bagi musliman tiap hari itu lebaran ) .” Jadi bukan hanya pas lebaran saja kita baik pada orang lain, ngasih – ngasih daging ke orang ga mampu. Tiap hari pun bisa kita lakukan hal yg sama. Karena tiap detik yg dimilik seorang muslim itu berkah dari Allah yg patut disyukuri. Tergantung bagaimana kita menjalaninya, Selamat lebarat bagi yg merayakan.

BAYRAMINIZ KUTLU OLSUN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s