Haru Biru Pegawai Negeriku

Saat itu saya sedang potong rambut di tukang cukur (lagi libur ceritanya ), lebih tepatnya di bawah pohon asem di pinggir jalan raya tempat truk – truk besar berlalu lalang.
Tiba – tiba datanglah 2 mobil berPLAT MERAH ke rumah makan ‘SEGO IWAK KALI’ yg tepat berada di seberang jalan tempat saya potong rambut.
Saya langsung melihat jam, ternyata jam masih menunjukkan pukul 10:30.

Dalam hati saya bertanya – tanya, ” Jam segini mereka ngapain malah makan – makan di restoran? “, karena hal ini sungguh aneh tapi biasa ( sudah sering lihat ).
Seharusnya jam kerja PNS kan antara Jam 08:00 – 16:00, lalu apa yg sedang mereka lakukan di rumah makan itu? Studi banding? Atau ingin cari ide untuk logo palang merah yg baru?

***

Kita memang tidak boleh berburuk sangka, tapi kita juga tidak boleh buta dengan fakta menyedihkan yg ada di negeri ini.
Mungkin mata kita sudah biasa dengan pemandngan tersebut, jadi kita menganggapnya hal yg normal.
” Toh situ juga ga dirugikan to, situ cuman iri kaya’e.” Komen salah satu tetangga saya yg mulutnya kaya TOA masjid (mending jangan didengerin ).

Ini bukan masalah merugikan saya atau tidak, saya sih bodo amat walapun mereka mau nari gangnam style di puncak Sudirman ,Jayawijaya pun saya ga bakal protes.

Saya hanya prihatin dengan negara ini dan para PNS itu sendiri. Bagaimana negara ini mau maju kalau pegawainya malah te.. santeee…

Saya malah lebih prihatin dengan para PNS ini, pernah dengar istilah GAJI BUTA? Ya, jadi mereka mendapat gaji dari pemerintah tanpa melakukan kewajibannya, dan pemerintah membayarkan gaji mereka dari PAJAK, dan pajak yg membayar adalah RAKYAT. Hasil akhir = rakyat rugi.

Bukankah orang yg merugikan orang lain itu hitungannya dosa? ( maaf kalau salah, maklum ilmu agama saya masih cetek )
Jadi saya kasihan pada para PNS ini, seberapa banyak yg harus mereka tanggung di hari akhir kelak 😥  .
Belum lagi kalau mereka memberi makan anak – anak mereka dengan uang itu, ngeri membayangkannya.

“Kalau ga tahu ora opo – opo ( ga apa apa ) kan ?” tiba -tiba tetangga saya yg mulutnya kaya TOA tadi berkomen lagi.

Sebenarnya saya malas menggubrisnya tapi akhirnya saya jawab, “Sekarang kalau kita anggap makanan haram sama kaya baygon, terus saya kasih kamu padahal kamu ga tahu dan tetap kamu  minum, mati ngga?”

“Ya mati.” jawabnya.

“Kalau gitu diam.” Akhirnya dia diam dan duduk manis kaya anak TK lagi didongengin sama gurunya ( masalah beres ).

***

Saya yakin tidak semua PNS seperti itu, masih ada PNS yang baik di negeri kapal pecah ini ( percayalah, saya pernah bertemu lumayan banyak kok ). Jadi jangan biarkan para PNS nakal mencoreng nama baik para PNS jujur yg sudah susah payah bekerja mencari uang halal.

Dari sinilah saya menyadari betapa pentingnya ETOS KERJA dalam menjalani kehidupan. Jadi kalau masih ada yg ingin menjadi PNS jadilah PNS yg baik, itu semua demi kebaikan kita bersama.

Advertisements

6 thoughts on “Haru Biru Pegawai Negeriku

  1. Jlebbb!!!

    Saya bukan PNS, tapi postingan ini juga menohok saya. Jelas-jelas tadi jam masuk kerja jam 8, tapi setengah sembilan baru keluar kos dan pake acara keliling-keliling dulu cari sarapan. Errrrrr….

    Pengen bikin pembelaan, tapi gak jadi deh.
    Yah, tulisan ini merupakan koreksi untuk kita semua, gak cuma untuk para-pegawai-berseragam-coklat-coklat-itu.

    Salam kenal 🙂

  2. Salam Kenal Gan

    Mungkin alangkah lebih baik jangan di generalisasi gan…, karena tidak semua PNS seperti yang agan gambarkan, banyak juga PNS yang berprestasi, punya loyalitas, integritas dan etika yang baik, dan melakukan pelayanan masyarakat dengan sepenuh hati…. kebetulan saya seorang PNS juga di sebuah kabupaten pemekaran di Kalimantan Tengah 🙂

    sekedar masukan saja, jika menginformasikan sebuah berita, mungkin harus lebih spesifik misalnya ; PNS daerah mana, jika ada malah dinas apa, dan lebih mantab lagi jika agan ketahui namanya 🙂

    karena menurut saya pribadi, informasi yang tidak spesifik malah bisa menyesatkan bagi pembaca,

    kasihan gan, temen temen ane yang guru di pedalaman kabupaten harus susah payah mencerdaskan anak bangsa di lokasi yang aksesnya sangat sulit, dan mereka PNS juga gan….

    Thanks 🙂

  3. Sebenarnya saya tidak mengeneralisasi tapi hanya menceritakan apa yg saya liat saja.
    Dan di akhir post ini juga sudah saya tuliskan bahwa tidak semua PNS seperti itu.
    Masih ada yg jujur kok ( banyak pula ), İni hanya sekedar opini dari saya jadi jika ada kesalahan mohon maaf 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s