Dilema Muka Pas – Pasan


Saya termasuk orang yg memiliki muka pas – pasan. Kalau lagi pas bangun tidur, ya kurang ganteng. Kalau lagi pas habis mandi, tetep aja sama. Mungkin cuman pas di PP Facebook aja lumayan ada gantengnya dikit ( itupun ditambal pake photoshop sana sini ).

Memiliki muka pas – pasan memang susah, apalagi untuk nyari kerja di Indonesia. karena di Indonesia ‘pencitraan’ adalah hal nomor satu alias wajib.

Contohnya saja kerudung, di Indonesia orang yg memakai kerudung dipandang sebagai orang yg alim, suci dsb. Walaupun yg memakai koruptor sekalipun.

Dan sekarang yg lagi ngetrend adalah ‘tasbih’ , yg menjadi kawan Angelina Sondakh di tahanan KPK ( tahu sendiri image apa yg ingin dia citrakan ).

Tapi kali ini saya tidak ingin membahas soal itu ( biarkan urusan hukum diserahkan pada para hakim yg adil itu ).

***

Setiap kali bercermin saya selalu bertanya – tanya pada diri sendiri, ” Dengan muka ini mau jadi apa kamu ? “.
Berhubung saya belum memiliki cita – cita yg jelas, saya mulai membuat daftar pekerjaan yg cocok untuk saya yg punya muka pas – pasan ini.

LIST PEKERJAAN

  • Presiden
    Muka saya kurang lembek untuk jadi presiden, apalagi kalau dibandingkan dengan presiden kita sekarang yg mukanya udah ga niat hidup itu. Pidato aja bikin tidur (kalau belum tahu baca di SINI ).
  • Anggota DPR dan Pegawai Pemerintahan
    Muka saya masih kurang korup untuk menjalani pekerjaan ini. Gimana mau dipilih, orang indonesia ( yang o’on ) kan sukanya nyoblos yg mukanya korup. Mantan koruptor aja dipilih ( baca berita donk, di SINI ).
  • Pemain Sinetron ‘Protagonis’
    Ini termasuk pekerjaan yg mustahil pula, persinetronan di indonesia selalu mementingkan wajah yang ganteng daripada kualitas akting ( yang penting rating ya … ).
  • Pemain Sinetron ‘Antagonis’ atau buat ngelawak doank
    Muka saya kan pas – pasan, bukan jelek. Kalau yg jelek mah cocok jadi tokoh jahat ataupun yg kerjanya ngelawak doank. Apa memang di kehidupan nyata muka mempengaruhi sifat?
  • Ustadz
    Muka bejat gini belum naik mimbar udah dilempari sendal, liat aja ustadz – ustadz yg ada di TV, penampilannya alim dan perlente abis ( ga semuanya sih ) .
  • Preman Pasar / Warung Kopi
    Malak permen dari anak TK aja ga bisa ( malah diludahin ), gara – gara ni muka ga ada seremnya blabar pisan.
  • Pengemis
    Bahkan pekerjaan ini pun ga cocok, muka saya kurang melas apalagi anggota badan saya masih lengkap. Bukannya iba, orang yg saya mintai malah bakal muntah.

Mau jadi apa saya, dari muka saja sudah ga mendukung. Apa harus operasi plastik ( kaya orang – orang korea gitu ) biar gantengan sedikit.

Itu juga ga mungkin, karena saya percaya apa yg tuhan berikan kepada saya itu sudah yg terbaik dan tercocok untuk saya.
Yang penting percaya diri dulu aja ( percaya pada diri sendiri kalau punya muka ganteng ).

Setelah negliat pemikiran saya akhirnya saya memilih bercita – cita  jadi pengusaha ato bahasa kerennya enterpreneur dimana pencitraan bukanlah hal yg dinomor satukan ( walaupun muka jelek kalo jadi bos ga bakal ada yg protes kok.) dan bisa memberikan lapangan pekerjaan.

Advertisements

3 thoughts on “Dilema Muka Pas – Pasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s